Senin, 29 Oktober 2018

Anemia - Gejala, penyebab dan cara mengobati

Anemia - Gejala, penyebab dan cara mengobati
Anemia yang dalam bahasa Yunani: ἀναιμία anaimia, artinya suatu kondisi kekurangan darah, berasal dari kata ἀν- an-, "tidak ada" + αἷμα haima, "darah"  adalah keadaan saat dimana jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa oksigen) dalam sel darah merah berada dalam kondisi di bawah normal.  Sel darah merah mengandung hemoglobin yang mengangkut oksigen dari jantung yang diperoleh dari paru-paru, kemudian mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.

Anemia adalah penyakit darah yang kasusnya sering ditemukan. Beberapa kasus anemia memiliki penyakit dasarnya. Anemia bisa diklasifikasikan berdasarkan bentuk atau morfologi sel darah merah, etiologi yang mendasari, dan juga penampakan klinis.

Penyebab atau sebab penyakit anemia yang paling sering terjadi adalah perdarahan yang berlebihan, rusaknya sel darah merah secara berlebihan hemolisis atau kekurangan pembentukan sel darah merah atau  hematopoiesis yang tidak efektif.

Seorang pasien didiagnosa terkena anemia bila konsentrasi hemoglobin (Hb) nya kurang dari 13,5 g/dL atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki, dan konsentrasi Hb kurang dari 11,5 g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan.


Tanda dan gejala anemia


Gejala anemia :

Gejala anemia biasanya terjadi dalam waktu yang lama, dimana konsentrasi Hb berada dalam jumlah yang sangat rendah sebelum gejalanya muncul. Adapun gejala- gejala tersebut berupa :
  • Asimtomatik : terutama bila anemia terjadi dalam waktu yang lama pada penderita anemia.
  • Letargi
  • Nafas yang pendek atau sesak, terutama ketika beraktifitas
  • Kepala terasa ringan
  • Palpitasi
  • Pucat
  • Kekebalan Tubuh Menurun

Tanda-tanda anemia

Adapun tanda-tanda ataupun ciri dari gejala anemia yang harus diperhatikan saat pemeriksaan yaitu :
  • Pucat pada bagian membran mukosa, yaitu mulut, konjungtiva, kuku.
  • Sirkulasi hiperdinamik, seperti takikardi,  aliran murmur sistolik, pulse yang menghilang,
  • Gagal jantung
  • Pendarahan pada retina

Tanda-tanda spesifik gejala anemia

Tanda-tanda spesifik pada pasien anemia diantaranya :
  • Stomatitis angular : Tanda ini terjadi pada pasien anemia defisiensi besi.
  • Glossitis : Tanda ini  terjadi pada pasien anemia megaloblastik, anemia defisiensi besi
  • Jaundis (kekuningan) : Tanda ini  terjadi akibat hemolisis, anemia megaloblastik ringan.
  • Splenomegali : akibat hemolisis, dan anemia megaloblastik.
  • Ulserasi di kaki : Tanda ini  terjadi pada anemia sickle cell
  • Deformitas tulang : Tanda ini terjadi pada talasemia
  • Neuropati perifer, atrofi optik, degenerasi spinal, merupakan tanda anemia yang disebabkan efek dari defisiensi vitamin B12.
  • Garing biru pada gusi (Burton’s line), ensefalopati, dan neuropati motorik perifer sering terlihat pada pasien anemia yang keracunan metal.


Klasifikasi anemia

Klasifikasi anemia akibat Gangguan Eritropoiesis

  1. Anemia defisiensi Besi :
  2. Yaitu tidak cukupnya suplai zat besi yang mengakibatkan defek pada sintesis Hb, yang mengakibatkan timbulnya sel darah merah yang hipokrom dan mikrositer.
  3. Anemia Megaloblastik
  4. Defisiensi folat atau vitamin B12 yang mengakibatkan gangguan pada sintesis timidin dan defek pada replikasi DNA, efek yang timbul adalah pembesaran prekursor sel darah (megaloblas) di sumsum tulang, hematopoiesis yang tidak efektif, dan pansitopenia.
  5. Anemia Aplastik
  6. Sumsum tulang gagal memproduksi sel darah akibat dari hiposelularitasHiposelularitas ini dapat terjadi akibat dari paparan racun, radiasi, reaksi terhadap obat atau virus, dan defek pada perbaikan DNA serta gen
  7. Anemia Mieloptisik
  8. Anemia yang terjadi akibat dari penggantian sumsum tulang oleh infiltrate sel-sel tumor, kelainan granuloma, yang menyebabkan pelepasan eritroid pada tahap awal.

Gambar Anemia - Gejala, penyebab dan cara mengobati
gambar anemia

Klasifikasi anemia berdasarkan ukuran sel

  1. Anemia mikrositik : Adapun penyebab utamanya yaitu defisiensi besi dan talasemia alias gangguan Hb
  2. Anemia normositik : Adapun contohnya yaitu anemia akibat penyakit kronis seperti gangguan ginjal.
  3. Anemia makrositik : Adapun penyebab utamanya yaitu anemia pernisiosa, anemia akibat konsumsi alkohol, dan anemia megaloblastik.


Etiologi

Secara garis besar, anemia dapat disebabkan karena beberapa faktor. Adapun faktor penyebabnya yaitu :
  1. Peningkatan destruksi eritrosit, contohnya ialah pada penyakit gangguan sistem imun, talasemia.
  2. Penurunan produksi eritrosit, adapun contohnya pada penyakit anemia aplastik, kekurangan nutrisi.
  3. Kehilangan darah dalam jumlah besar, adapun contohnya akibat perdarahan akut, perdarahan kronis, menstruasi, ulser kronis, dan trauma.


Diagnosa


Pemeriksaan darah sederhana bisa menentukan adanya gejala anemia. Persentase sel darah merah dalam jumlah/volume darah total (hematokrit) dan jumlah hemoglobin dalam suatu contoh darah bisa ditentukan. Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari hitung jenis darah komplet atau disingkat dengan CBC.

Baca juga artikel mengenai Struktur dan Fungsi sistem Peredaran darah Secara Lengkap

Manajemen terapi

Adapun terapi yang langsung ditujukan kepada penderita anemia, dapat berupa :
  1. Transfusi darah
  2. Pemberian kortikosteroid atau juga obat-obatan lain yang dapat menekan sistem imun.
  3. Pemberian eritropoietin, yaitu hormon yang berperan pada proses hematopoiesis, yang berfungsi untuk membantuk sumsum tulang pada proses hematopoiesis.
  4. Pemberian suplemen besi, vitamin B12, juga vitamin-vitamin, dan mineral lain yang dibutuhkan.